Senin, 23 Oktober 2017

Surat Cinta: Perindu Jodoh

Mungkin ini rindu yang kutulis dengan tangisan, yang tersimpan pada tiap tetesan air mata. Entah mengapa, aku begitu takut saat ini. Saat dimana tanganku tak mampu menggenggammu, dan nadiku berambisikan dirimu sedang bayangmu masih abu dalam hidupku.

Kadang ku berfikir, kau orang asing yang kemudian ku kenal atau justru sebaliknya. Orang yang ku kenal, kemudian menjadi asing. Yang entah mengapa, pilihan kedua mengacaukan harapku. arrrrrgggh.

Ketahuilah wahai? Setiap tetes air mata yang keluar pada bola mataku adala do'a perindu yang ku semogakan tentang dirimu. Meski ku tak pernah tahu, entah dirimu atau kematian yang menjemputku terlebih dahulu. Entah dirimu satu nama yang ku sebut, atau nama lain yang tersebut.

Aku hanya perindu jodoh, menunggu jua menanti hadirmu. Tidak hanya berbenah diri, tapi jua menata hati. Tidak hanya harap, tapi jua aksi. Iyah aksi, aksi bersama langit yang menutur jua bersama bumi yang kusimpuh.

Bila saja hadirmu bukan misteri, aku takkan bersusah payah seperti ini. Kan ku tegur kau "Hai, jadi kapan,?" namun karna engkau adalah sesuatu yang disebutkan Sang Pemilik Hati, Allah Azza Wa Zalla "Laki-laki yang baik untuk wanita yang baik .... " itu sebabnya mengapa aku akan tetap menanti jua menunggu bersama kesimpuhan dan kerendahan diri mengharap ridho Illahi, biar tak hanya mempersiapkan diri untukmu jua mempersiapkan diri untuk kematianku.

Iyah, aku hanya perindu jodoh yang bersembunyi pada harap dalam doaku jua pada rindu yang langit menuturku. Semoga kau pun sama tengah menengadah, hingga langit menuturmu kepadaku.

Minggu, 22 Oktober 2017

Hari Santri Nasional


Hasil gambar untuk hari santri

Nuansa pawai telah ramai dari desa ke desa, mulai kemarin hari Sabtu. Sembari shalawatan sepanjang jalan dengan membawa obor. Ada juga yang hanya sekedar longmarch. Ada juga yang mengadakan pengajian ataupun ngaji bersama. Semua itu tak lain tak bukan untuk mempertingati Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober.

Hari Santri Nasional atau National Students Day sendiri ditetapken Pemerintah melalui keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 22 tahun 2015 tentang Hari Santri (Kepres RI 22 tahun 2015) yang di tetapkan tanggal 15 Oktober 2015. Perayaan  Hari Santri yang pertama bertepatan dengan momen peresmian Hari Santri oleh Presiden Joko Widodo yang dilaksanakan di Masjid Istiqlal Jakarta pada hari Kamis 22 Oktober 2015. Yang mana peresmian ini dihadiri ribuan santriwan dan santriwati dari berbagai pelosok Negeri.

Penetapan Hari Santri ini sekaligus merupakan salah satu janji politik Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika kampanye pilpres. Penetapan ini pun berdasarkan masukan dari berbagai kalangan, yang kemudian ditetapkan pada tanggal 22 Oktober yang merujuk pada waktu yang disepakatinya Resolusi Jihad para ulama dan tokoh santri pada tanggal 22 Oktober 1945 dimasa kemerdekaan yang memantik terjadinya peristiwa 10 November 1945 sebagai Hari Pahlawan.

Sebagaimana Resolusi Jihad yang dicetuskan ulama pendiri NU, KH. Hasyim Ashari pada 22 Oktober 1945 di Surabaya guna mengatasi kembalinya tentara colonial Belanda atas nama NICA (Nederlandsch Indie Cilvil Administratie atau Pemerintah Sipil Hindia Belanda). Seruan Resolusi Jihad ini adalah “Membela Tanah Air dari penjajah hukumnya Fardhu`ain (wajib bagi setiap Individu).”

Menurut Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin, Hari Santri adalah penegasan bahwa Indonesia adalah Negara yang demokratis sekaligus religious. Juga mendorong kesaadaran kolektif pentingnya mempertahankan religiusitas Indonesia yang moderat ditengah percaturan ideology agama yang cenderung ekstrim.

Tahun lalu, saat peringatan Hari Santri ke-2 mendapatakan Anugerah dari Museum Rekor Indoneisa (MURI) atas rekor untuk kirab santri terpanjang dan pembacaaan satu miliar shalawat dengan peserta terbanyak (kereen kan, prok prok prok). Namun, meski demikan sebagaimana yang dimuat pada ketetapan kedua Kepres RI no.22 tahun 2015, Hari Santri Nasional bukan merupakan Hari Libur. (Harusnya libur yah, maunya hehehe).

“Santri bukan yang mondok saja. Tapi siapapun yang berakhlak seperti santri dialah santri”. -Gus Mus-

Santri Nasional identitas Nusantara, ikhlas mengabdi untuk umat. Selamat Hari Santri!.



sumber gambar: beritabroadcast.web.id

Sabtu, 21 Oktober 2017

Cilacap duwe Cerita


Hasil gambar untuk cilacap

Mendengar kata Cilacap, yang terbesit pertama kali adalah bahasanya yang ngapak. Dengan slogan “Ojo ngaku wong Cilacap, nek ora iso ngomong ngapak. Ora ngapak ora kepenak.
***

Cilacap merupakan salah satu kabupaten di provinsi Jawa Tengah dengan luas wilayah terbesar yakni 6,9 % dari luas wilayah provinsi Jawa Tengah. Sebelah utara berbatasan dengan kabupaten Brebes, Samudera Hindia disebelah selatan, kabupaten Banyumas disebelah timur, dan provinsi Jawa Barat disebelah barat. Ibu kota kabupaten Cilacap sendiri adalah Cilacap yang terdiri atas Cilacap Tengah, Cilacap Utara, Cilacap Selatan dan terakhir yang masih dalam proses pemegeran yakni Cilacap Barat.

Cilacap sepertinya kurang lengkap tanpa menyebut pulau Nusakambangan yang dikenal dengan  pulau penjara. Nusakambangan kini tak lagi hanya dipergunakan untuk orang hukuman, disana terdapat potensi wisata yang dapat dikembangkan. Di dinding pantai tenggara Nusakambangan masih dapat dijumpai bangunan tua yang berfungsi sebagai rambu laut.

Cilacap terbagi menjadi budaya Jawa dan budaya Sunda. Perbedaan kedua budaya ini menyebabkan pola  masyarakat yang berbeda pula yang akhirnya menimbulkan keunikan tersendiri yang selanjutnya terjadi pencampuran budaya dari kedua budaya tersebut. Dari segi perekonomian pun, secara umumnya terbagi menjadi dua yakni wilayah bagian selatan berkembang pada sector perikanan laut dan bagian utara-barat berkembang pada sector pertanian. Salah satu khas dari masyrakat pesisir adalah tradisi budaya “Sedekah laut” yang telah menjadi agenda besar tahunan kabupaten Cilacap.

Sedekah laut ini diikuti oleh ribuan nelayan setempat yang dibiayai oleh APBD kabupaten Cilacap dan menjadi salah satu daya tarik bagi turis domestic maupun mancanegara. Sedekah laut dilaksanakan pada hari Jum`at Kliwon atau selasa Kliwon pada bulan Muharram atau Suro, tergantung mana yang jatuh terlebiih dahulu pada bulan yang bersangkutan. Tahun sekarang ini pun jatuh tepat pada tanggal 17 Oktober, selasa kemarin. Sebagai ritual budaya, sedekah laut kurang lebih bermakana sebagai ungkapan rasa syukur nelayan atas karunia Tuhan Yang Maha Esa yang melalui kelimpahan pendapatan dan penghasilan ikan di tengah laut. Dan dapat dilakukan dengan berbagai media,  yang mana dalam konteks sedekah laut ini nelayan Cilacap melarung sesaji ‘membuang sesaji’ ketengah laut adalam bentuk kepala kerbau dan uborampe lainnya yang diusung dengan sejumlah keranda. Acara dimulai dengan upacara resmi di Pendopo kabupaten, kemudian di arakan menuju Teluk Penyu. Tempat dimana sesaji itu dinaikkan kedalam perahu dan dilarung disekitar Karang Bandung sisi timur Pulau Nusakambangan.

Saya sendiri termasuk pada bagian wilayah yang berbahasa sunda, tepatnya dari kecamatan Cimanggu. Tradisi sunda bisa saya rasakan sendiri yang terasa begitu kental, bahkan tak sedikit yang mengatakan sebaiknya wilayah ini masuk wilayah Jawa Barat. Masyarakat disana masih menunjang budaya gotong royong, terlihat dari kegiatan rutin sebulan sekali seperti kerja bakti, membersihkan jalan, memperbaiki  saluran irigasi, dsb. Tidak berbeda dengan tradisi pada bagian pesisir Cilacap. Jika bagian pesisir Cilacap, ada namanya sedekah laut maka pada bagian sector pertanian pun ada namanya sedekah bumi. Sedekah yang dilakukan untuk menguatkan bumi agar terhindar dari bencana seperti longsor, banjir dsb. Dengan membawa tiga bungkus makanan, acara dimulai dengan ngaji dan do`a bersama yang diakhiri dengan memasukkan satu bungkus nasi kedalam lubang yang telah disiapkan, satu bungkus yang lain untuk ditukarkan kepada sesama warga lain dan sisanya dimakan bersama di tempat itu. Biasanya sedekah bumi ini dilakukan di tempat yang rawan bencana pada tanggal tertentu.

Budaya sesaji yang umum dijumpai di daerah Jawa juga dapat ditemui disini dengan istilah lain “sesajen.”  Sesaji umumnya dilakukan sesuai tujuan tertentu yang tak lain bermakna sebagai ungkapan syukur atau permohonan dari tujuannya tadi. Misalnya yang terjadi pada orang hajatan, orang meninggal dengan harapan hakikatnya disampaikan kepada mereka dan berkahnya diperoleh bagi yang masih tinggal di dunia. Adapun kuliner khas Cilacap, yang menjadi berbagai variasi makanan seperti ikan asin, jambal roti, abon tuna, tempe dages, keripik bayam, keripik sukun,, serabi cilacap dan gak kalah tertinggal yaitu mendoan.


Namun, derasnya arus modernisasi mulai menggusur nilai-nilai budaya yang ada dan sebagai penerus, sudah kewajjian kita untuk mempertahankan nilai-nilai budaya yang bersifat baik.

#ODOPWONDERFULLINDONESIA

*Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tantangan IV, ODOP batch 4

Jumat, 20 Oktober 2017

Membangun Asa

Hasil gambar untuk harap dan asa
"Tidak ada kemustahilan yang mustahil"
Satu kalimat yang Ia pegang teguh bersama jiwa yang membara, dengan keyakinan bahwa Ia kan sembuh.
***

Suatu masa saat kita bersama, Ia memang nampak selalu tersenyum terlihat disudut bibirnya yang menyungging. Semangatnya tak pernah pudar, aktif sebagai seorang pelajar sekaligus seorang aktivis yang memang hampir menyita waktunya hingga larut malam. Tak ku sangka bahwa Ia mengidap penyakit yang amat serius. Kanker paru-paru stadium lanjut yang dideritanya, membuatnya harus keluar masuk rumahsakit. Rambutnya yang terbiasa teurai, tak lagi bisa diikat sebab rontok akibat kemoterapi. Matanya yang kecil semakin terlihat sayu.

Suatu hari pada hari itu, ku temui dirinya dalam keadaan termangu, terpenjarakan sepi dan sendunya. Ku perhatikan mata indahnya, ia seakan memberiku isyarat "Aku butuh kamu". Ada binar dibola matanya yang kemudian ku beranikan diri tuk bertanya "Kamu baik-baik saja?" Ia hanya menatapku tersenyum dan mengumpat tangisnya. "Kamu akan baik-baik saja, percayalah" ku mendekat, mendekap tubuhnya yang semakin kecil.

Ku sembunyikan tangisku tuk mencharge semangatnya. "Badanmu masih terlalu ringkih, kurangin aktifitasmu setelah itu kita fokus berobat" Kataku mengingatkannya kembali "Sudahlah tak apa, besok pun aku bisa berlari kencang. Aku tidak apa-apa" Katanya. Ia selalu mengatakan bahwa Ia kan baik-baik saja, meski tak dapat lagi disembunyikan bahwa suaranya semakin purau.

Ku lihat perkembangannya dari hari ke hari, Ia mengurangi 1 aktifitasnya. Ia membebaskan dirinya dengan sering membaca buku mencari informasi tentang penyakitnya, membaca Qur'an dan menambah sholat malamnya hingga tak lagi ku lihat dengan jelas binar dimatanya. Ku percaya, kini ia tengah memupuk dirinya dalam asa sebuah harap kesembuhan.

Allahu Akbar! Semua terjadi begitu saja, hanya butuh waktu 3 pekan untuk mengurangi sebaran virusnya melebar. Kanker itu membaik 30%. Itu tanda bagus untuk perkembangannya, mengurangi masa vonisnya. Namun, Ia juga hanya manusia biasa yang memiliki titik jenuh, Ia juga merasakan lelahnya meminum obat, dan masuk keluar rumahsakit. Jangan ditanya perihal biaya yang harus dikeluarkan tiap pekannya. Alhamdulillah, selalu ada rezeki tak terduga. Ia kembali down, kondisinya menurun 15%. Tapi sekali lagi ku katakan, bahwa Ia kembali bangkit dengan haru semangat yang baru.

Ia kembali menyingsikan tangannya, memegang erat prinsipnya, dan bertegad untuk sembuh. "Aku akan baik-baik saja, lihat besok yah. Aku kan berlari kencang tanpa lelah" Katanya sembari memaksakan suaranya untuk lantang. Ku hanya tersenyum melihatnya kembali bersemangat, ku melihat Ia menjadi dirinya yang dulu.

Allahu Akbar! Allahu Akbar!
Sungguh tidak ada yang mustahil bagi Allah, "Kun faa yakuun" Keajaibannya memang nyata. Selang beberapa bulan setelahnya, Ia terbebas dari vonis, dan dokter mengatakan bahwa ia kini telah sembuh. Ku percaya harapnya tak pernah terputus, asanya semakin kuat hingga mengatarkan dirinya pada kesembuhan.

Ku berkaca pada dirinya, bahwa proses tidak pernah mengkhianati hasil. Jika pun Ia tak sembuh, Ia sembuh dalam keabadian hidupnya, Ia akan tenang bersama cintaNya yang tak pernah pudar dan kesejatian hidupnya yang tak lagi bertemu mati. Jangan berhenti berharap, karna harapan memberikanmu asa.


-Rene Usshy-

sumber gambar: /jangan-putus-asa

Rabu, 18 Oktober 2017

Sinopsis buku: "Dengan Hati" karya: Syafrina Siregar

Hasil gambar untuk dengan hati syafrina siregar
Mengambil Latar belakang Isu HIV/AIDS, Dengan Hati bercerita tentang Persahabatan singkat Mila dan Santi yang melewati berbagai masalah yang mereka hadapi seputar isu ini. Ada cinta dalam persahabatan, cinta anatara anak dan Orangtua, juga cinta yang terlarang. Ada pertemuan, dan ada kehilangan. Ada tawa dan air mata.

            Kamila Zakaria, putri Dr. Zakaria ini tidak pernah betah di tempat kerjanya. Namun saat ini, Mila kerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang HIV/AIDS. Di tempatnya yang baru, ia mengenal Santi sesama Konsultan di perusahaannya. Dan baru kali ini ia cocok dengan seseorang yang bisa dipercayainya menjadi sahabat. Bosnya yang galak namun memiliki wajah yang mirip Dermott Mulroney membuatnya hampir  mengundurkan diri lagi, karena seenanknya memaki pekerjaannya yang ia kerjakan semalaman. Santi datang ke rumahnya untuk membujuk Mila agar tidak jadi mengundurkan diri. Akhirnya Mila menuruti apa kata Santi. Lama Mila bekerja dibidang HIV/AIDS sebagai seorang Konsultan, Mila harus berjumpa dan bergaul dengan para ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) dan menunjukan bahwa Mila tidak melakukan stigma dan Diskriminasi terhadap ODHA. Namun, Mila masih berperang dengan hatinya, ia takut tertular oleh Virus itu. Padahal ia tahu virus itu menyebar bukan dengan sentuhan tangan ataupun sekedar bersalaman. Mila tau semuanya, tetapi ia tetap takut. Sampai awalnya, Santi sahabatnya, meninggalkan obat ARV dirumah kosnya. Mila mengikutinya, alangkah kagetnya ia ketika obat yang Santi minum adalah obat untuk para ODHA. Mila merasa jijik setiap kali bersalaman dengan ODHA dan memuntahkan segala makanan yang dibuat para ODHA. Dan kini ia tahu sahabatnya adalah ODHA.

Mila menjauhi Santi di kantor, dan Santi pun seperti menghindar. Mila merasa sepi, tidak ada teman yang biasa diajaknya mengobrol, tidak ada yang menjahilinya, tidak ada yang menemaninya belanja. Saat Mila mulai dekat dengan Ian (bosnya), Mila bertanya pada Ian. ”Sebuah hubungan tidak dilihat dari status kesehatan, Mila. Sikap dan karakter yang menentukan” dan Mila termangu dengan jawaban Ian. Mila dekat kembali dengan Santi, persahabatannya semakin dekat. Ia tidak tajut lagi kepada ODHA justru malah berempati. Sekian waktu berlalu dengan cepat, ketika proyek yang dikerjakannya hampir setahun berlalu. Mila semakin dekat dengan rekan kerjanya. Dan juga bosnya yang menyukai Mila. Kantor mengadakan acara BBQ untuk merayakannya, sesuai rapat, rumah Mila yang kan di jadikan tempat acaranya. Lalu saat acara sedang berlangsung, tiba-tiba Dini yang sedang hamil tua mengalami pecah ketuban, semuanya panik tak terkecuali Mila. Santi memohon pada Mila untuk meminta tolong pada Dr. Zakaria untuk menangani Dini. Namun, Mila keberatan, Mila tetap takut ayahnya menjadi ODHA dan Mila bersikeras melarang ayahnya mengoperasi Dini. Dr. Zakaria dan semua rekan kantornya tanpa berfikir panjang membawa Dini kerumah sakit. ”Jika dijalani Dengan Hati, semuanya akan lebih mudah dimengerti” kata Dr. Zakaria waktu itu. Dan setelah mendengar ayahnya tidak apa-apa dan Dini serta anaknya selamat, Mila merasa lega. Setelah menengok Dini, Mila mampir ke kos Santi. Dan keadaaan Santi memburuk sampai beberapa hari berlalu. Akhirnya Santipun meninggal dunia. Mila merasa sedih sekali karena sahabatnya sudah tidak ada lagi. Rasa suka Mila kepada Ian semakin bertambah kian hari. Namun Ian seperti menghindarinya, namun Mila yakin Ian juga menyukainya. Tapi kenapa Ian menghindarinya? Mila bertanya dalam hati. Atau karena perempuan cantik yang sering datang ke kantor sewaktu ini?

Dan Mila mendatangi hotel Ian, dimana ia ingin mengorek kebenaran tentangnya. Dan Mila memperoleh keterangan, bahwa Ian juga seorang ODHA. Dan kabar baiknya, perempuan yang bersama Ian adalah adik Ian, charlotte (charlie). Ian menyukainya dan Ian adalah ODHA!. Pernyataan itu berulang kali mampir dipikirannya. Esoknya Mila menemui Ian, mengatakan apakah Ian benar-benar mencintainya. Akhirnya Ian melamarnya, dan Mila menikah dengan Ian.

            Satu persatu konflik yang muncul membawa tokoh-tokohnya pada satu kesimpulan: hanya dengan hati, semua akan lebih mudah dimengerti dan dijalani dengan lebih baik lagi. Tapi masih bisakah kembali pada hati dan membiarkan ayah tercinta berisiko terpapar HIV karena mengoperasi seorang ODHA? Masihkah bisa jujur pada hati dan membiarkan orang terkasih menikah dengan seorang ODHA? Masih sanggupkah berpijak pada hati saat diri sendiripun berisiko terinfeksi virus HIV?


            Saat teori bersinggungan dengan kenyataan, saat idealisme mempertanyakan realita, masihkah Mila, Santi, Dini, juga Ian tetap berpijak dengan hati?


-Rene Usshy-

Kedudukan Akhlak

Hasil gambar untuk kedudukan akhlak
Agama Islam adalah agama yang sangat mementingkan ajaran akhlak, dalam kehidupan di dunia ini, manusia bukanlah makhluk individual yang hidup sendirian tetapi manusia juga membutuhkan orang lain atau makhluk sosial. Oleh karena itu, akhlaq karimah mutlak diperlukan dalam perwujudan tatanan hidup yang serasi dan berkesinambungan demi tercapainya kebahagiaan hidup. Akhlak karimah merupakan perwujudan seseorang, yaitu sebagai bukti konkret dari kualitas agama seseorang.

Oleh karena itu, masalah akhlak itu tidak dapat dianggap sepele, kerena mencakup masyarakat luas, yang akan mengangkat derajat manusia ke tingkat yang semulia-mulianya, namun bila salah justru akan membawa merka kepada derajat yang serendah-rendahnya. Masalah akhlak pada masa sekarang ini, pada umumnya kejahatan mengatasi kebaikan, kebatilan mengatasi kebenaran, pencemaran menjadi perbuatan yang lumrah dilakukan orang.

Pada masa sekarang orang tua sangat mengkhawatirkan moral anaknya, karena rusaknya pergaulan dikalangan manusia, khususnya pada masa remaja. Masa yang menunjukan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dapat dipengaruhi oleh hawa nafsu dan bujukan setan. Namun manusia tidak bisa semata-mata mengandalkan IPTEK untuk membimbingnya kejalan kebajikan dan mengesampingkan ajaran dan tuntutan agama.

Anjuran bagi umat manusia supaya berakhlak baik. Rasulullah telah bersabda yang artinya, bahwa “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya”. (HR. Tirmidzi dari Abu Hurairah). Dan Beliau-pun telah mendorong orangtua agar mengajarkan tata karma adan sopan santun kepada anak-anaknya tersebut dalam hadits yang artinya; “Muliakanlah anak-anakmu dan baguskanlah budi pekerti mereka” (HR. Ibnu Majah dari Anas bin Malik)

Dalam keseluruhan agama islam akhlak menempati kedudukan istimewa dan sangat penting, karena Rasulullah SAW menempatkan penyempurnaan akhlak yang mulia sebagai misi pokok risalah islam, beliau bersabda yang artinya;“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhak yang mulia”(HR.Baihaqi).

Akhlak merupakan salah satu ajaran pokok agama islam, sebagaimana Rasulullah SAW telah mendefinisikan agama itu dengan akhlak yang baik. “Diriwiyatkan bahwa seorang laki-laki bertanya pada Rasulullah SAW; Ya Rasulullah, apakah agama itu? Beliau menjawab “Agama itu adalah akhlak yang baik”.

Pendifinisian agama (islam) dengan akhlak yang baik itu sebanding dengan pendifinisian ibadah haji dengan wuquf di Arafah. Rasulullah menyebutkan haji adalah wuquf di Arafah. Artinya tidak syah haji seseorang tanpa wuquf di Arafah. Akhlak yang baik akan memberatkan timbangan kebaikan seseorang nanati pada hari kiamat. Rasulullah bersabda yang mana artinya; “Tidak ada satupun yang akan membertakan timbangan (kebaikan) seorang hamba mukmin nanti pada hari kiamat selain akhlak yang baik”. (HR. Tirmidzi)

Jadi kesimpulannya, akhalak yang baik dan diterima oleh Allah SWT adalah buah dari ibadah yang baik atau ibadah yang baik dan diterima oleh Allah SWT tentu akan melahirkan akhlak yang baik dan terpuji. Nabi Muhammad SAW selalu berdo`a agar Allah SWT membaikkan akhlak beliau. Salah satu do`a beliau adalah :"Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah Rabb semesta alam tiada sekutu bagi-Nya, dan demikianlah aku diperintahkan dan aku bagian dari orang Islam, Ya Allah berilah aku amalan yang terbaik dan akhlak yang paling mulia, tiada yang bisa memberi yang terbaik selain Engkau, dan lindungilah aku dari amalan dan akhlak yang buruk, tidak ada yang bisa melindungiku dari hal yang buruk selain Engkau". [Sunan An-Nasa'i: Sahih]

Wa`allahu ta`allaa a`lam.

sumber gambar: ululalbabradio.com

Akulah Perindu

Hasil gambar untuk akulah si perindu

Saat jarak mendekatkan padamu tentang kehadiran dan cinta yang lebih besar, saat itu pula hati dan raga saling terikat tanpa terkecuali. Entah memilih dalam sebuah pengabdian atau hanya sesederhana berdo`a.


Aku mengerti,karena untuk mengkondisikan keduanya tidaklah mudah.
Aku memilih,  tatkala hati ini telah bersikukuh pada pilihan. Pilihan dimana menentukan wibawa seorang wanita, bukan tuk mencarinya perhatian tapi karena ku tahu ini tak sekedar kewajiban dasar agamaku tetapi untukmu pula.

Saat kedekatan ini menjadikan diriku seakan dekat dengan syurga, saat hati telah berpasrah pada Rabbi. Engkau pisahkan aku bersama takdir yang tak mampu ku ubah, sementara diri masih ingin terus berbirrul walidain.  Tapi ku percaya, itu adalah bukti cintaNya yang amat besar sekali. Bukan? Bukan untuk mnegingatnya kembali. Hanya saja, ku masih perlu penyesuaian  atas kehilangannya.

Aku cengeng? Kukatakkan itu iya. Aku memang cengeng, dan ku tak perlu katakan itu padamu. Karena seandainya dirimu mengerti, kau akan merangkulku bukan lantas diam dan katakan “Dan kamu harus terbiasa”. Untuk beberapa pertanyaan lain, masih kusimpulkan pada jawaban bahwa lidah mungkin saja bersembunyi, tapi hati dan mata? Sejujurnya ia mudah sekali tuk katakan jujur, hanya saja perlu waktu.

Ini pula alasan teruntukmu yang selalu katakan aku sibuk; kamu tak pernah tahu betapa kalutnya diriku saat perpisahan terjadi pada saat dirimu telah merasa begitu dekat, kamu tak pernah mengerti sesak seperti apa yang kurasa setiap hari hanya untuk sekedar berkata “Aku baik-baik saja”. Bahkan tak ada yang benar-benar peduli, aku baik-baik saja ataupun tidak.

Bila boleh jujur, hampir habis sudah dayaku tuk bertahan. Sebab sesak ini semakin menjadi sedangkan aku masih saja berkalut rindu. Akulah perindu hadirmu, pelukmu juga sandaranmu. Tak pernah habis air mata ini menetes, membasahi pipi. Tak pernah hati ini berhenti menyebutmu, kesibukanku hanya  ingin membuat sebuah kehilangan seakan berlalu. Untuk itu, jangan remehkan jiwa perindu. Sebab ia merindu hingga tangis bertahta, ia merindu hingga sesak terasa. Hingga ia menjelaskan, bahwa kehilangan adalah jawaban.

Akulah si perindu itu, yang berperan seolah sebagai orang yang paling bahagia. Tapi Ya Rabb, karena semua kehebatan yang Kau berikan ini, tak seorang pun mengerti posisiku, mereka lupa bahwa aku juga punya hati yang memiliki titik jenuh yang mudah sekali terluka, air mata pun menetes dari mata yang selalu terlihat bahagia ini. Dan tak seorang pun tahu?😔


sumber gambar: kompasiana.com

One More

“Dek, dengarkan ini.” Ucapnya. Lalu aku terdiam, tunduk mendengarkan. Bukan terkadang membahas rasa, tapi ia tak pernah berhent...