Aku berjalan di antara kerumunan orang, tanpa arah juga tujuan
Bak mencari maghligai cinta yang hilang
Dalam harap serta asa
Urung kufikirkan untuk berlalu meski engkau telah pergi tinggalkan kisah
Lalu sematkan rindu yang mendera hingga menjalar lara
Letih tak lagi kurasa, sebuah perpisahan tinggalkan kesan yang membuatmu tetap terkenang
Andai kujumpai dirimu kini hingga hilangkan nestapa ketakutan dalam diriku, mungkinkah kau jua temui?
Hening mengenangmu yang membalut malam kelabuku bersama duka perpisahan denganmu
Tangerang, Oktober 2017
Jangan melihat kebelakang untuk mencaci kenangan. Berjalanlah dan lakukan yang terbaik saat ini.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
One More
“Dek, dengarkan ini.” Ucapnya. Lalu aku terdiam, tunduk mendengarkan. Bukan terkadang membahas rasa, tapi ia tak pernah berhent...
-
“Saya sadar, saya masih terlalu hijau untuk menikah. Tapi saya lebih sadar, bahwa tanpa menikah, saat ini saya merasa tak kuat mena...
-
Sumber Gambar : Gramedia.com “MAN JADDA WA JADDA, siapa yang bersungguh-sungguh ia akan berhasil.” Tagline yang tak asing lag...
-
Sumber gambar: google.co.id/percikan iman online Kifa pun mulai meredakan suara tangisnya. Sambil terbata, ia memulai cerita. “Mas ...
Mantap bro
BalasHapusHihihi, ketularan virus galauers pak
Hapuswaww makin keren nih puisinya..
BalasHapusKan diajarin mas ian, sruh sring" galau 😁
Hapuskeren (y)
BalasHapusTulisan mba dwi juga gak kalah kerenn 👍
HapusNambah ilmu nih kak makasih
BalasHapusAlhamdulillah, insyaa Allah
HapusKembali kasih ka zila